Inget Mati (lagi)


Inget Mati [lagi]

 

 

            Habis jalan jalan blogwalking, nemu tulisan yang menyentuh di dendemang, tentang blog yang di tinggal [mati] pemiliknya. Mati dalam artian yang sesungguhnya, hilangnya nyawa dan energi yang ada di dalam tubuh sehingga kita layak untuk dikubur bagai seonggok kantung plastik bekas akua [yang kalau tidak dikubur malah mendatangken penyakit, seperti DB, panas, pilek, dan eksetra (halah)]

           

Aku jadi kepikiran, nanti kalau aku mati, apakah blog yang baru lahir ini tetep didatangi orang dan tetep mendatangken manpangat, walaupun manpangatnya sekedar menjadi tempat sampah sadja, karna tempat tempat sampah yang lain telah “kebak”, tak apa. Yang penting tetep bisa “mumpangati kanggone liyan”. Jadi pingin cepet cepet calling samwan, temen blog, atau temen nyangkruk untuk mengemban amanah kecil, membawa password blog ini, dan agar nantinya tetep bisa berbagi lewat blog ini, minimal kumpulan tulisan tulisan yang mungkin saja masih dapat didaur ulang, bisa diberikan ke pemulung atau bisa di daur ulang dibuat topeng kertas.

 

            Yah, siapa yahu, besok, lusa, atau malah ntar sore, pemilik blog “legrex” ini akhirnya harus dipanggil oleh Yang Maha Gagah. Siapa tahu.? Semua bisa saja terjadi.

 

Jadi pengen cepet cepet memberi uang kepada pengemis seraya mengabaikan ancaman hukuman denda di Jakarta minta didoakan agar tetep semangat dan tetep bersyukur terus menerima apa yang telah banyak di berikan olehNYa. Jadi inget akan kesombongan kesombongan diri yang tak pantas, seakan mampu menggali kubur sendiri ketika kita tinggal menjadi seonggok mayat.

 

Mati…….. empat huruf yang pasti akan menemui semua makhluk yang bernyawa.

Moga semua yang bisa membaca tulisan ini, dimudahkan kematiannya, dilapangkan kuburnya dan mati dalam keadaan baik/ khusnul khatimah.

 

Para sederek, sedulur, sanak kadang, pak guru, pak hakim, pak mantri, bu dokter, Pak Yai, Kakang erander…. Stop ngeblog untuk 10 detik, mari kita renungkan empat huruf ini……. M A T I.

 

 

Bakul kembang lagi inget mati [kumat ayane, bar kenek siraman rohani [halah]]

 

Advertisements

6 thoughts on “Inget Mati (lagi)

  1. Mati, ya?
    Menurutku, asal sudah cukup perbekalan, kapanpun seseorang akan siap untuk mati.

    * nimbang *

    * timbangan miring *

    * hell 75%… heaven 25%.. *

    Waaa.!.!.!
    Aku mesti bertobat..

  2. diem….tak bersuara, tersenyum, atau malah terbelalak seraya tereak!!. Begitulah kira2 gambaran orang2 yang tengah menghadapi sakaratul maut. Dan Yg terbaik dan pasti bakal masuk syurga, kata Nabi Muhammad SAW adalah yang bisa melafadzkan kalimat: LAA ILAA Ha Illallah (Tidak Ada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah SWT)…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s