Blunder PKS, lagi?

*saya adalah seorang biasa yang sampai saat ini rajin membayar pajak untuk menggaji para anggota dewan yang katanya terhormat itu

saya, dahulu kala salut sama ini partai, saat masih menjadi PK ( partai keadilan), saat yang menjadi presidennnya adalah Ustad Didin Hafidudin, saat yang dimunculkan adalah kesederhanaan dan kelemah lembutan, sebuah cerminan dari jargon partai ini yang mengusung ruh Islam di dalamnya.

Tapi itu dulu….

saat namanya belum berubah menjadi lebih sejahtera seperti sekarang, saat para kader kadernya belum merasa lebih benar dibanding kader partai lain, saat para anggotanya yang duduk di kursi legislatif dapat dengan mudah dibedakan dengan partai partai lain yang terlanjur dicap sebagai partai yang sama saja, partai yang haus kekuasaan dll.

Itu dulu, saat anggota partainya belum segini banyak dan ada yang tanpa malu menonton video porno di sidang yang dibiayai olehku, saat anggota partainya belum ada yang tersangkut masalah korupsi.. dan belum ada yang menentang penanggulangan korupsi mengusulkan pembubaran KPK, seperti tadi malam.

“ah.. , kan nggak semua apel dalam satu keranjang besar….. selengkapnya

Advertisements

Luna Maya, Soeharto, XL, Monyet, dan PKS [model iklan efektif masa kini]

Bismillah…

Saya geli banget kemaren ketika melihat Tivi alias TIPI, [karena saya jarang banget nonton tivi, karena males melihat berita berita yang sama dan seragam dari begitu banyak stasiun tv yang ada].

Geli melihat iklan klan yang boleh dibilang kreatif sampai menyebalkan [yang jelas menurut saya atau  versi saya donk].

Yang paling menyebalkan adalah iklannya kang dedy mizwar untuk iklan sosis yang norak banget antara lagu dan isi iklan [dan karena norak itu, maka diingat ma penonton, termasuk saya yang bodoh ini], sampai sampai saya lupa untuk menuliskan iklan yang saya gak sukai karena “pesona” dan “energi” dari iklan noraknya sosis tadi 🙂

Yang menarik bagi saya adalah iklan salah satu operator telekomunikasi di negeri ini,  yang dengan keberanian penuh, membanting stir, dari menggunakan bintang iklan LUNA Maya, seorang bintang iklan yang cukup terkenal, menjadi seekor monyet.[ waduh, apakah separah itu ya kebuntuan kreativitas pembuat iklan, sehingga udah kehabisan akal, sampai sampai harus menggunakan model yang sama sekali “murah” dan “wah” 🙂 ]

Saya jadi berfikir begini : ” Mungkin itulah kreativitas dan kejelian sebuah operator menangkap peluang dan profit. Bayangkan, kalau dengan monyet saja bisa mendatangkan untung dan membuat heboh, ngapain harus buang buang uang untuk membayar model iklan?”

Wah, wah… kalau pola pikirnya seperti itu, benar juga yah, tetapi kalau memang seperti itu, apakah bukan menjadi sebuah belaian keras alias tamparan lunak bagi model iklan sebelumnya???.. hehehe

Tapi, bila berbicara fungsi iklan, intinya iklan yang paling norak dan paling bagus itulah sebuah iklan yang berhasil menurut saya!!jadi, intinya, buat iklan yang menghebohkan, sehingga akan di jadikan polemik dan selanjutnya akan membuahkan sebuah iklan gratis yang menggurita, dan menancapkan brand yang kuat di benak penonton dan massa/ konsumen.

Coba, tengok iklan politiknya PKS alias partai keadilan sejahtera yang menggunakan ikon tokoh tokoh nasional, Tanpa dirasa, iklan tersebut telah membangunkan mata, membuat brand “PKS” menjadi lebih menancap dan masuk di konsumen/ votter nantinya. Sehingga sekarang, anak anak muda, bila bangun tidur, trus anda tanya : ” Partai apa yang kamu kenal?”, pastilah PKS akan masuk dalam salah satu brand yang dikenal. Dan tanpa dirasa, dengan iklan tersebut, PKS telah banyak menghemat biaya karena dengan polemik yang muncul, iklan tersebut tayang gratis dan diulang ulang oleh berbagai mass media dan orang orang yang memperdebatkannya.

Selamat deh buat PKS, dan juga saya katakan agak prihatin dengan iklan XL dengan monyetnya. Trus masa mbak Luna Maya sekarang ber kamuflase menjadi itu???